REDI (“Recorded volcano Eruption, Development, and Implications”) Merapi and Breaking Plate Tectonic Orchestra

11Oct08

Abstract.

REDI (“Recorded volcano Eruption, Development, and Implication”) Merapi has been made. Its eruptions in the last 170 years is 70 % on the high tide week (full moon and new moon weeks). The increment hazard statuses of the big eruption in 2006 are always in the full moon week, so does the biggest eruption and its decreasing status. Eruption prediction done a month before occurred was only 3 days deviation. Wave of SALAM (“Seven to the nth power of ten Annum Long of Age and distance And Minor” ) rules dominantly universe structure and its evolution. AAN (“Anticline of Arabian Nubian”) is the center of the Pangea’s planetary cyclone. Its moving traverse is SEMPOL (“Seven clock ways rotation Evolving Mid Pangea Over 7 giga annum Long”) with the center point M(~50 E, 0 N). The moving creates mostly goods with a little bit jeopardizes. Reducing the jeopardizes effects, the curve is created and named HARJO BINANGUN (“History And Reduction of Jeopardy effects of Oncoming orchestras on: Breaking plate tectonic, Intensive temperature, Nautical sea level, Atmospheric climate, Natural bioevolutions, Global economy, Universal chemistry, and Naturally undefined other hazards from the four physical energies”). Breaking plate tectonic orchestra includes earthquake, tsunami, and volcanoes eruptions. PAKEM (“Physical Arrangement Knowledge of Ecosystem of Masses”) cosmos, is so detail cosmos for size every 10 multiplication from the pre-elementary particle to Universe, or size cosmos ranges from PakemE-20m to PakemE+28m. SLEMAN (“Stratigraphy Lexicon Elevates Mines Available Numenclature”) is a universal stratigraphy.

 

Advertisements


8 Responses to “REDI (“Recorded volcano Eruption, Development, and Implications”) Merapi and Breaking Plate Tectonic Orchestra”

  1. Weleh..weleh..akronimnya mantap2..bisa aja deh Mas Mar ini mengambil kata2 yg cocok..seolah2 ‘udah ada jodohnya kata demi kata’ hehe 😛

  2. Thanks for your sincere comment. I was so surprize also when a simple cycle, which then I called “Salam Wave”, is more than 90% propability on most universe waving, and 99% propability on the last 7 Killo annum that it is close to the universe (Alam, of Arabic) evolution since the Big Bang (18.6 Gaa “Giga annum ago”), to present, and is likely for the following 52 Ga. It matches to the astronomy, geology time scale, bio-ecolution, stratigraphy, structure, paleomagnetic, paleontology, sea level change, global temperature, fast climate change, earthquake, tsunami, economy (discount rate, inflation, five years treasure, etc.), history, politic, oil discovered yearly, rain density, etc. The Salam Calendar would be soon to be used for most everyone interaly the globe, Insya Alloh (when Alloh wants). Don’t you interested in ?

    Sincerely Yours,
    Maryanto.

  3. Subjek: Gunung Merapi – Pakem 7 Evolusi Status Kegempaan Th 2006.

    From: Maryanto
    To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia ; IAGI ; Alumni_Geof_UGM@yahoogroups.com
    Sent: Thu, October 21, 2010 4:49:25 PM
    Subject: [Alumni_Geof_UGM] Re: Gunung Merapi – Pakem 7 Evolusi Status Kegempaan Th 2006.

    Salam,

    Apakah Gunung Merapi akan meletus pada Minggu Purnama Muharam 1431 Hijrah, 18-24 Desember 2010 ?

    Mugkin keaktifan Gunung Merapi kini akan sesuai dengan Pakem 7 Evolusi Status Kegempaan Th 2006. Di mana meletus setelah 2 bulan setelah di nyatakan Siaga. Meletus di minggu Purnama. Bahwa Purnama, 15 Muharam 1431 H adalah pada Sabtu Pon, 21 Desember 2010. Minggu Purnamanya, mulai Selasa Kliwon, 12 Muharom hingga Jum’at Legi 18 Muharom 1431 H, bertepatan pada 18-24 Desember 2010.

    Alhamdulilah, prediksinya masih tepat hingga kini. Setelah analisa sejarah meletusnya Merapi (data 200 th terakhir) pada th 2006, menuliskannya pada VIG Sep 2006, lalu melihat kegempaan naik status menjadi Waspada pada Minggu Purnama 23 Sept 2010, maka kami prediksi pada “Sent: Mon, October 18, 2010 9:33:04 PM”. Ini lalu di perbaruhi kemarin “Sent: Thu, October 21, 2010 di kirim sore, malamnya ada berita detik.com Kamis jam 23:18 bahwa : “Merapi telah di naikkan statusnya menjadi Siaga terhitung mulai Kamis 21 Okt. jam 18:00”. Subhanallah, kok tepat ya. Walaupun tak menyangka setepat ini, semoga kajian ini menjadi pertimbangan. Apakah ada anggota penanganan Merapi, misal BPTK Yogya yang menerima email ini ?

    Semoga semuanya membawa berkah kepada kita semua.

    Wass,
    Maryanto.

    ——————————————————————————–

    From: Maryanto
    To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia ; IAGI ; Alumni_Geof_UGM@yahoogroups.com
    Sent: Thu, October 21, 2010 18:10
    Subject: Gunung Merapi – Pakem 7 Evolusi Status Kegempaan Th 2006.

    Salam,

    Status tingkat kegempaan Gunung Merapi amat menjadi perhatian banyak orang atas menyangkut banyak kegiatan, kekawatiran, dan kesenangan. Dari status normal aktif, di naikkan menjadi Waspada pada Minggu Purnama Syawal, 23 September 2010. Kondisi menurun di beberapa minggu lalu, kini lebih aktif lagi menjelang Minggu Purnama Dulkaidah 23 Oktober 2010. Minggu Purnamanya adalah 20-27 Oktober 2010. Akankah evolusinya sesuai dengan meletusnya th 2006 laalu? Akan di naikkan statusnya minggu ini menjadi Siaga ? Meletus dua bulan lagi ? Kalau tak besar letusannya, maka penurunan level terjadi sebelum sampai tingkat 5.meletus itu.

    Pakem 7 Evolusi Status Kegempaan Merapi, terlahir dari 7 bulan gonjang-ganjingnya Meletusnya Merapi th 2006. Itu mengikuti sbb: 1 waspada, 2 siaga, 3 awas, 4 meletus, 5 siaga, 6 waspada, dan 7 kembali normal, dengan kenaikan status-meletus-penurunan status ternyata di lakukan pada minggu purnama semua. Ini juga kelanjutan paper saya REDI “Recorded volcano Evolution, Development, and Implication” of Merapi, pada Volcano International Gathering and Merapi Workshop, oleh UPN, 6-8 Sep 2006, di Yogyakarta. Abstractnya bisa di link berikut dengan tulisan di bawah nanti. (Catatan: Redi adalah Jawa kromo inggil dari kata “gunung”). Status kegempaan adalah: normal, waspada, siaga, dan awas. Ini berkaitan dengan jumlah gempa dalam dan gempa vulkanik, juga guguran. Gempa gunung, sebagai bagian dari Gempa tektonik, tak bisa di hindari atas “gunung-gunung yang berjalan seakan jalannya awan”, 7 cm/th Pangea mengitari titik pusat M(50 E, 0 N) (Bisa di lihat di “Mekah pusat Pangea di blog Salamologi”).

    https://salamology.wordpress.com/2008/10/11/redi-recorded-volcano-eruption-development-and-implications-merapi-and-breaking-plate-tectonic-orchestra/

    Wass,
    Maryanto,
    Yang ngaku-aku rumahnya di Sempol, Harjo Binangun, Pakem, Sleman, Ngayojokarto Hadiningrat.
    Bagi yang belum tahu, bahwa: Merapi itu adalah ujung utara Kecamatan Pakem, Merapi ujung utara Kabupaten Sleman. Merapi ujung Utara DIY. Sempol, berada di 7×2 km selatan dari puncak Merapi, sejalur garis lurus Merapi-Sempol 14 km – Kraton 35 Km – Muara Opak 56 km.

    REDI (“Recorded volcano Eruption, Development, and Implications”) Merapi and Breaking Plate Tectonic Orchestra.
    By: Maryanto, Volcano International Gathering and Merapi Workshop, UPN, 6-8 Sept 2006, Yogyakarta.

    Abstract.

    REDI (“Recorded volcano Eruption, Development, and Implication”) Merapi has been made. Its eruptions in the last 170 years is 70 % on the high tide week (full moon and new moon weeks). The increment hazard statuses of the big eruption in 2006 are always in the full moon week, so does the biggest eruption and its decreasing status. Eruption prediction done a month before occurred was only 3 days deviation. Wave of SALAM (“Seven to the nth power of ten Annum Long of Age and distance And Minor” ) rules dominantly universe structure and its evolution. AAN (“Anticline of Arabian Nubian”) is the center of the Pangea’s planetary cyclone. Its moving traverse is SEMPOL (“Seven clock wise rotation Evolving Mid Pangea Over 7 giga annum Long”) with the center point M(~50 E, 0 N). The moving creates mostly goods with a little bit jeopardizes. Reducing the jeopardizes effects, the curve is created and named HARJO BINANGUN (“History And Reduction of Jeopardy effects of Oncoming orchestras on: Breaking plate tectonic, Intensive temperature, Nautical sea level, Atmospheric climate, Natural bioevolutions, Global economy, Universal chemistry, and Naturally undefined other hazards from the four physical energies”). Breaking plate tectonic orchestra includes earthquake, tsunami, and volcanoes eruptions. PAKEM (“Physical Arrangement Knowledge of Ecosystem of Masses”) cosmos, is so detail cosmos for size every 10 multiplication from the pre-elementary particle to Universe, or size cosmos ranges from PakemE-20m to PakemE+28m. SLEMAN (“Stratigraphy Lexicon Elevates Mines Available Numenclature”) is a universal stratigraphy.

    ========

    From: Maryanto
    To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia
    Sent: Mon, October 18, 2010 9:33:04 PM

    …di setip….

    Merapi aktif lagi, satus waspada. gempa Merapi 2006, kenaikan status “1 normal, 2waspada, 3siaga, 4awas, 5meletus, 6siaga, 7waspada, normal, berlangsung setiap bulan, di minggu purnama. Purnama lagi ya 23 Okt. Atawa minggu purnama ya +/- 3 hari dari purnama aitu. Akankah kini merapai dengan siklus 7 level itu ? Kalau gempa tak besar, sering keaktifan menurun pada suatu level sebelum puncak tadi. Kalau kekuatan akan meningkat, maka d purnama ini akan di naikkan jadi siaga. Siklus gempa Merapi 2006, termasuk siklus besar 70 tahunan. Artinya gempa di 2010/2011 akan lebih kecil meletusnya. Apa memang begutu? Ramalanku kan bisa salah juga.

    Wass,
    Maryanto

  4. Gunung Merapi – Pakem 7 Evolusi Status Merapi
    Maryanto, 27 Okt 2010, 03:00

    Ass wr wb.

    Gunung Merapi telah pada status Erupsi, masa meletus. Erupsi mulai Selasa termasuk ada awan panas Jam 17:02 selama 4 menit, 17.18 4 menit, 17.23 5 menit, 17.30 2 menit, 17:37 2 menit, 17.42 33 menit, 18.16 5 menit, 18.21 33 menit. Aktif sejak 17:02 sore, dan aktif panjang jam 18:21 itu, lalu lebih tenang setelahnya. Magma keluar dari puncak, ada yang menuju keselatan, sampai 2 km. Dan awan panas, keselatan hingga 7 km searah Kali Gendol. Kampung Kinarjo, rumah mBah Marijan rata dengan tanah oleh awan panas. 16 mayat telah di temukan di rumah itu (4 di dalam rumah, dan 12 di luar rumahnya. MBah Marijan di kabarkan selamat, di ketemukan lemas, berada di luar desanya. Pencarian itu di lakukan sekiar jam 22, dan karena gelap maka di hentikan sementara untuk di lakukan pencarian Rabu pagi lagi. Di duga masih banyak korban lagi. Beberapa korban luka bakar hingga 70 % di bawa ke RS terdekat, ya RS Panti Nugraho Pakem, Jln Kaliurang Km 17 ( ini 14 km dari Puncak Merapi), dan lalu di bawa ke Jogja (28 Km dari puncak). Sementara, pada arah ke barat, meninggal 1 bayi, dan beberapa luka bakar di RS Muntilan. Dan mungkin akan banyak lagi di ketemukan korban.

    Erupsi kini di ikuti explosive, membumbung tinggi awan hingga 1.5 km. Awan ini terus di bawa angin. Kemungkinan, material besar hanya 1 km jatuhnya jara dari puncak, kerikil bisa 4 km, debu, 6 km, bau belerang hingga 10 km. Awan kini cenderung Baratlaut-Tenggara. Dan bila malam, maka ada angin Darat, yakni dari Merapi ke Selatan, juga Utara.

    Magma keluar dari puncak Merapi, berupa lahar panas mengikuti alur sungai. Kali Gendol sekitar 100-200 lebar. Lalu awan panas keluar dari magma di sungai itu, mungkin hingga 1-2 km lebar sungai menjadi daearh yang kena awan panas.

    Letusan sebelumnya (th 2006) melahirkan Urutan Pakem 7 Status Kegempaan Merapi adalah: 1. Waspada, 2 Siaga, 3 Awas, 4 Meletus, 5 Siaga, 6 Waspada, dan 7 Normal. Sa’at itu, Statusnya itu di tetapkan pada minggu Purnama, setiap bulan perubahannya. Kali Gendol di tutupi lahar sepanjang 7 km dari puncak pada letusan kedua terjadi pada akhir minggu purnama (17 Rabiulawal), setelah ada letusan awal Minggu Purnama (12 Rabiulawal) dengan luncuran lahar sepanjang 5 km. Panjangnya jangkauan letusan ke dua itu atas sungainya telah terpenuhi oleh lahar pertama tadi. Sungai Gendol, yang semula ke dalamannya 100 m, menjadi terisi lahar 50 m tebal pada sekitar ujung jangkauan lahar di Kaliadem (4 km dari puncak) hingga 3 km selatannya.

    Perubahan status dari Siaga, Awas, Melutus, kini hanya dalam satu minggu purnama. Ini jauh lebih cepat dari pada letusan th 2006 yang jaraknya sebulan masing-masing. Perubahan yang amat cepat itu telah di duga oleh Badan Vulkanologi Yogja atas banyak dan cepatnya perkembangan jumlah kegempaan Merapi. Naik menjadi Siaga Kamis 21 Oktober, ternyata cepat meningkat, maka cepat-cepat di nyatakan Awas Senin 25 Okt jam 6:00. Di prediksikan, magmanya lebih kental. Dan hingga saat itu, titik magma belum muncul di puncak, dan amat di kawatirkan akan meletusnya kini lebih besar dari pada th 2006. Telah lalu di ketahui, Merapi akan meletus, tak ada akan kembali “no return before eruption”, begitu Pak Surono sebut. Dan hanya sehari kemudian, Merapi telah meletus. Ini lebih di di senangi di banding kalau saja tidak cepat keluar magma, dan akan bersifat lebih explosif (memuntahkan material ke atas). Letusan kini bersifat explosive dengan 1.5 km awan membumbung ke atas.

    Sifat magma yang lebih kental di banding th 2006, masih menyisakan kekawatiran letusan lebih besar dari sekarang. Bisa saja, masa letusan menjadi 2 bulan, untuk dengan mengacu letusan durasi th 2006 itu. Namun, mengacu 1822, letusan hanya 14 hari saja, atau sebulan.

    Lahar keselatan kini, atas ada rekahan gawir selatan (di sebut “geger buaya” atas mirip punggung baya) sejak gempa Jogja 2006. Sebelum kini, maka lahar lebih banyak ke barat dan baratdaya, masuk sungai Putih di Muntilan, dan Ke sungai Krasak Tempel. Kekawatiran kini masih ada adalah kalau gawir sebelah barat rekahan 2006 itu dengan ujung gawir barat di ujung Sungai Krasak, akan terledakkan. Ini menjadikan banyak material, lebih banyak dari pada hanya gundukan lahar “dome”, akan meluncur ke selatan. Arah selatan menjadi potensi bahyanya naik, termasuk dua gunung di Kaliurang-Kali Adem-Kinarjo. Itu saya sarikan dari beberapa media atas komentar terutama Pak Surono dan Mas Subandriyo, juga beberapa sms beliau yang kami dapatkan. Dua bukit, Gunung Turgo dan Gunung Plawangan, berjarak 7 km dari puncak Merapi. Jarak itu, menguatkan adanya hipotesa Gelombang Masmar perodisty antikln-sinklin 7 km.

    Catatan sejarah meletusnya sejak 1768 hingga kini (242 th lamanya), terjadi 53 kali letusan signifikan (B. Voight, et all, 2000). Atau rata-rata 4.5 th sekali. Dua letusan yang skala besar, Skala 3-4 th 1822-1823, dan skala 3 pada th 1930. Lainnya skala 1 atau 2 saja. Th 1823, meletus dengan aliran lahar ke barat dan barat daya hingga 21 km di Sungai Batang, meletus 27 Desember 1822 hingga 10 Januari 1823 (14 hari). Korban 50 orang meninggal oleh awan panas. Letusan lebih baru, penduduk lebih padat, juga arah kebarat-baratdaya, mencapai 12 km dari puncak Merapi, terjadi pada th 1930, korban meninggal 1369 orang. Ya itu selisih 108 th kemudian. Letusan lainnya sekitar 7 km jarak luncurnya. 70 % dari semua gempa itu, terjadi pada “high tight”, purnama dengan bulan baru.

    Kini memasuki minggu “low tide’. Dugaannya, akan leih Merapi tenang. Namun, kalau saja minggu tenang pun amat aktif, maka tanda-randa gempa lebih besar dari 2006 itu semakin besar.

    Kini 80 th setelah letusan besar 1930, akankah meletus bessar juga ? Dugaan letusan kini lebih besar dari pada th 2006. Gawir “geger-buaya” selatan bisa menjadi ancaman, untuk dominannya bahaya adalah arah selatan. Harapan agar tak terjadi korban baru, kami support terus semua keputusan Badan Vulkanologi untuk terus memberi arahan “safety first”, sebisanya. Adakah yang bisa di bantu dari kami yang berada di Pekanbaru ini ?

    Merapi adalah 7 gunung paling aktif di dunia. Model Letusan Merapi adalah satu dari 7 model letusan gunung di dunia, merujuk pada kekuatannya. Resume ini terpampang pada Museum Merapi, Jalan Kaliurang km 23 mBanteng itu. Model lain termasuk Model Krakatau, Model Hawai, dll. Khas Merapi adalah awan panas. Ya awan yang membentuk bulu kambing (Bhs. Jawa wedhus gembel). Ini akan mudah terbawa angin, maka luas jangkaunnya, tak hanya pinggir sungai saja. Sampai Jurnal Elsivier tentang Ultah ke 100-nya Journal Volkanology and Geothermal, 1900-2000, memuat hanya Merapi, dengan 500 halaman isinya. Memang relatif cair di banding gunung-gunung sekitarnya. Mungkin karena leh subduksi yang paling dalam di selatannya (7 km palung lautnya), lebih dalam dari pada sebelah timur atau baratnya.

    Wass,
    Maryanto.

  5. 5 Nanto

    Ass.wr.wb.
    Saya Nanto dari Sempol juga mas Yanto. Tadi saya tanya ke mas Jarot, website milik mas Yanto. Teori SALAM mas Yanto dah pernah saya baca sekitar 4-5 th lalu (mas Jarot yang ngasih tulisannya).

    Saya mau tanya, predikisi hari ini gimana (kamis, 4 November 2010 jam 23.30)? Apa meleset di teori SALAM? Padahal letusannya besar banget. Apa letusan hari ini bisa merubah prediksi bahwa akan terjadi letusan pada 18-24 Desember?

    Sedikit koreksi mas Yanto, tanggal 21 Desember 2010 itu hari Selasa Pon bukan Sabtu Pon.

    Matur nuwun mas Yanto.
    Wass.wr.wb.

  6. Walaikumus salam Mas Nanto.

    Apa kabar? Dua hari sebelum di tentukan kenaikan status Siaga 21 Okt, saya sudah memprediksi akan adanya kenaikan status itu di minggu depannya. Dan kebenaran itu ternyatat terjadi, juga karena melihat kenaikan status Waspada juga pada minggu purnama sebelumnya. Pun 7 status perubahan pada letusan 2006, adalah: 1. waspada, 2. siaga, 3 awas, 4 meletus, 5 siaga, 6. waspada, dan 7 normal. Untuk th 206, itu selalu terjadi minggu purnama, setiap bualn.

    Nah, untuk tahun ini, ternyata Siaga, lalu awas 4 hari kemudain, dana meletus dua hari kemudian, Selasa 18:30 26 Okt 2010. Maka ku lalu duga akan tiga bulan (Siaga ke Siaga letusan 2006), menjadi kini akan meletus terus, dengan sedikit merendah di antara setiap seperempatnya. Nah, itu kalau hanya 3 bulan, padahal gempa 250 th ini, ternyata rata-rata jeda adalah 4,5 th +/- 2,5 th. Lama letusan, dari sebulan hingga 9 th, dengan rata-rata 1,8 th +/- 2 th.

    Data terus saya olah, dan hati-hati dalam membuat pernyataan, maka lama saya diam, dan kini bisa sebut akan banyak meletus pada setiap high tide, minggu bulan baru dan minggu purnama. MIngu bulan baru berakhir 10 Nov, lalu mingu purnama 18-25 NOv. Saya duga lebih besar dari kemarin. Explosive bisa 10-15 km ketas, luncuran bisa 20-30 km. Dominanya kearah gendol, yang akan lewat candi prambanan. Candi itu 30 km dari puncak Merapi. Hindari awan panas, mungkin 2 km dari as sungai Gendol. (tgl 4 Nov kemarin, lava hinga 16 km, sampai Kantor camat Cangringan, mBronggang). Letusan ini bisa 2 bulan lagi. Sungai lainnya, :Misal: Krasak, mBoyong, Kuning, Opak, nandanya kini belum 7 km dari puncak (Kaliurang).

    Kalau meletus keatas, malah lebih aman. Ketika jatuh material sudah dingin. Paling krikil, ya gag apa, dari pada awan panas yang jelas mematikan apa saja.

    Semua bisa kena lahar dingin, dan bahayanyan paling 300 m dari as sungai.

    Itu dulu.

    Wass,
    Maryanto.

  7. 7 asyafe

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    pa kabar MasMar? moga senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, & kesuksesan, amien.

    FYI
    http://sains.kompas.com/read/2010/11/08/23595442/Peta.Mantel.Bumi.Pahami.Gunung.Api.

    😀 😀
    success for the Salam Theory!
    Salam – Sy

  8. Walaikumus salam Mas Safran,
    Terimkasih doanya, juga infonya. Semoga Anda juga baik-baik saja, dan sElalu dapat berkah. Ya, memang masih banyak hal yang belum di ketahui tentang bumi ini. Yang klaim ahli geology saja, sekarang baru menguasai lithosfer. Padahal lithosfer itu baru 1 % dari jari-jari bumi. Tentunya, 99 % lainnya perlu di kaitkan dalam melihat gejala alam, termasuk asthenosfer, mantel, dan intibumi. Teoriku, inti bumi berdenyut, akibatkan gerak gelombang di asthenosfer, yang akibatkan gempa, termasuk gunung meletus. Itu menolak gagasan bahwa gempa memicu meletusnya gunung, dan lebih setuju melusnya gunung serta gempa di akibatkan oleh sumber energi inti bumi beserta lapisan-lapisan di atasnya.

    Bagaimana memsukkan gambar pada blog? Ini akibatkan aku belum bisa menulis di blog dengan memasukkan gambar itu.

    Wass,
    Maryanto.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: